Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah singkat  Kerajaan Mataram

prasasti canggal
prasasti canggal


Kerajaan Mataram Kuno sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang berada di Jawa. Kerajaan yang dikenal juga bernama Kerajaan Medang ini berdiri di tahun 732 Masehi (M). Raja pertama sekalian pendiri dari kerajaan ini namanya Sanjaya. Dia mempunyai gelar sebagai Rakai Mataram.


Dua Masa Mataram Kuno Dikutip dari jurnal yang dicatat Sri Widiah dengan judul Study Bersejarah Prasasti Cunggrang sebagai Sumber Sejarah pada Periode Mpu Sindok Tahun 929-947 M, Kerajaan Mataram terdiri jadi dua masa khusus. 


Masa pertama ialah saat ibu-kota Kerajaan Mataram ada di Jawa tengah. Pada masa ini, Kerajaan Mataram dipegang oleh dua dinasti, yakni dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra.


Masa ke-2 ialah saat pusat kerajaan beralih ke Jawa Timur. Pada periode ini Kerajaan Mataram ada di bawah kekuasaan dinasti Icana yang dibangun oleh Mpu Sindok Sri Icanatunggadewawijaya.


Peralihan pusat kerajaan itu dilaksanakan untuk menghindar gempuran dari lawan sekagus untuk meluaskan wilayah kekuasaanya. Periode awalnya pemerintah Raja Sanjaya menganut "Kebudayaan dan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia" kreasi Anton Dwi Laksono, Raja Sanjaya sebagai pendiri sekalian raja pertama dari Kerajaan Mataram Kuno.


Kerajaan ini diprediksi berdiri pertama kalinya di Dusun Canggal, daerah samping barat Magelang, Jawa tengah. Letak kerajaan dikitari oleh pegunungan besar, seperti Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Merapi dan Merbabu.


Prasasti Canggal Pendirian Kerajaan Mataram Kuno tertulis dalam Prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir di dusun Canggal. Prasasti ini bertanggal 732 M. Dalam Prasasti Canggal, dikisahkan mengenai pendirian lingga atau simbol Dewa Siwa di Dusun Kunjarajunca oleh raja Sanjaya.


Prasasti ini disebut nama dari pimpinan awalnya yakni Sanna. Prasasti ini memakai huruf pallawa dan bahasa Sansekerta. Sayang sampai sekarang tidak ada catatan tentu mengenai bagaimana Kerajaan Mataram Kuno dibangun.


Kerajaan Mataram Kuno sebagai kerajaan bercorak Hindu dan Budha yang berdiri di Bhumi Mataram (dekat Yogyakarta Saat ini) semenjak era ke 8 sampai era ke 11. Kerajaan ini sebagai salah satunya kerajaan yang kerap beralih tempat, hingga memengaruhi nama kerajaannya.


Saat berdirinya kerajaan ini mempunyai ibu-kota di wilayah Mataram dekat Yogyakarta saat ini, sehingga dinamakan Medang I Bhumi Mataram. Tetapi, kerajaan ini sempat alami seringkali atau mungkin kurang lebih 7 kali peralihan ibukota, sampai pada akhirnya sampai ke Jawa Timur pada era ke 10 serta lebih dikenali dengan Kerajaan Medang.


Pendiri Kerajaan Mataram Kuno ialah Rakai Mataram Si Ratu Sanjaya, yang berkuasa di antara 732-760 Masehi. Dalam sejarahnya, Kerajaan Mataram Kuno ini diperintah oleh dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Ke-2 dinasti condong sama-sama berkompetisi merebutkan kekuasaan, tetapi ada periode saat mereka pernah memerintah bersama.


Dalam pemerintah dinasti Sanjaya ada banyak pimpinan diantaranya Rakai Mataram Si Ratu Sanjaya, Sri Maharaja Rakai Pangkaran, Sri Maharaja Rakai Pikatan, dan Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung. 


Dan periode pemerintah dinasti Syailendra pertama kalinya yakni Bhanu selanjutnya diteruskan oleh Raja Wisnu yang sanggup menegakan kewibawaannya hingga dinasti Sanjaya jadi bawahannya, dan Samaratungga sebagai raja paling besar dan paling akhir dari Sailendra.


Saat pemerintah Samaratungga, dibuatlah candi Borobudur yang disebut candi besar agama Budha. Seperginya Samaratungga, menantunya Rakai Pikatan mengembalikan kembali kewenangan dinasti sanjaya antara Mataram Kuno.


Kehidupan sosial di Mataram Kuno, tidak demikian ketat mengaplikasikan mekanisme kelas dan mobilisasi sosial masih tetap bisa terjadi. Disamping itu, dari segi kehidupan ekonomi Mataram Kuno sebelumnya memercayakan sektor pertanian karena disokong oleh letak pusat pemerintah di pedalaman. 


Apa lagi, pemerintahan benar-benar memberikan dukungan untuk meningkatkan pertanian karena ada pembangunan jaringan irigasi.


Disamping itu, perhatian pada perdagangan mulai ada saat pemerintah Dyah Balitung. Dia memerintah pendirian pusat-pusat perdagangan untuk menggalakkan aktivitas ekonomi warga sekaligus meningkatkan pertanian.


Peninggalan sejarah kerajaan mataram kuno


Dalam sektor kebudayaan, Kerajaan Mataram Kuno banyak hasilkan kreasi berbentuk candi yang terdiri dari candi Hindu dan Candi Budha. 


Candi Hindu diantaranya kompleks candi Dieng (Puntadewa, Semar, Arjuna, Bima), Gedongsongo, Prambanan. 

candi prambanan

candi prambanan
candi prambanan



Dan Candi Prambanan sebagai warisan Kerajaan Mataram Kuno yang dibuat pada zaman kekuasaan Rakai Pikatan. Pembangunan Candi Prambanan bisa dituntaskan saat Raja Daksa berkuasa. Candi Prambanan berada di Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Wilayah Spesial Yogyakarta. 


Candi Prambanan banyak dipengaruhi corak dari agama Hindu. Mekanisme sosial-politik warga Mataram Kuno sampai sekarang masih didalami, ingat terbatasinya sumber sejarah yang dapat dikeduk infonya. 

candi dieng

candi dieng
candi dieng


Dan candi Budha diantaranya Borobudur, Mendut, Sewu, Kalasan, Pawon, Sari, dan Plaosan.


candi besar peninggalan yang sempat menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia adalah candi borobudur

Candi borobudur

candi borobudur
candi borobudur


Candi Borobudur berada Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Candi itu, dibangun saat Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra berkuasa di Mataram Kuno. Candi Borobudhur adalah bangunan tempat beribadah agama Buddha. 


Adapun mengarah pengkajian Denys Lombard dalam Nusa Jawa: Silang Budaya, Sejarah Pengkajian Terpadu; Jilid III: Peninggalan Kerajaan-kerajaan Konsentris (1996), beberapa prasasti yang dari era 8 M memperlihatkan jika organisasi komune dusun jadi dasar warga Mataram Kuno. 


Menurut Lombard, prasasti-prasasti itu menunjukkan jika, pada era 8 M, Jawa Sedang jadi tempat kontestasi beberapa penguasa yang sukses mempersatukan dan kuasai beberapa wanua (komune dusun). Mereka yang sukses jadi pimpinan beberapa wanua terima gelar rakai atau rakryan. Mereka mengepalai beberapa rama, pembesar pada tingkat wanua. 


Liga regional beberapa wanua itu disebutkan karakter. Nama dari setiap karakter akan dipasangkan pada rakai sebagai pimpinannya. Sebagai contoh, nama Rakai Pikatan memperlihatkan jika pemegang gelar itu jadi penguasa wilayah Pikatan. Untuk tingkatkan prestisnya sebagai penguasa liga wanua, beberapa rakai sering berlomba-lomba membuat bangunan-bangunan suci, seperti candi.



Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno


Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno bermula dari kompetisi Rakai Pikatan dari Sanjaya dan Balaputradewa dari Sailendra yang berkembang jadi bentrokan temurun di antara Mataram Kuno dan Sriwijaya.


Bentrokan ke-2 kerajaan ini sebenarnya didasari oleh kebutuhan untuk kuasai teritori Selat Malaka. Bentrokan itu jadi berlanjut saat Kerajaan Mataram Kuno (Medang) diperintah oleh Dinasti Isyana, di mana pasukan Sriwijaya lakukan gempuran ke Jawa. Pertarungan terjadi di Anjukladang atau sekitaran Nganjuk (Jawa Timur).


Saat pemerintah Dharmawangsa Tegar, gantian pasukan dari Mataram yang menggempur ibukota Sriwijaya tapi bisa digagalkan. Pada akhirnya, di tahun 1016 ibukota Mataram kembali diserang oleh pasikan Aji Wurawari dari Lwaram atau sekutu Sriwijaya dan ini kali gempuran itu tidak bisa dibendung, hingga istana Mataram Kuno porak poranda dan Dharmawangsa meninggal dan mengidentifikasi usainya Kerajaan Mataram Kuno.



LihatTutupKomentar