Perjanjian yang Berisi Penyerahan Hindia Belanda kepada Jepang adalah

Perjanjian yang Berisi Penyerahan Hindia Belanda kepada Jepang akan kami ulas pada artikel berikut : 

perjanjian kalijati
perjanjian kalijati


Pada 1942, Jepang duduki Indonesia. Saat sebelum mengeksplorasi rakyat dan sumber daya Indonesia, Jepang merampasnya terlebih dahulu dari Belanda melalui Perjanjian Kalijati. 


Perjanjian Kalijati ialah perjanjian yang berisi penyerahan atau kapitulasi Indonesia dari Belanda ke Jepang. Bagaimana pada akhirnya Jepang kuasai Indonesia melalui Perjanjian Kalijati.


Kehadiran Jepang ke Indonesia Pada tanggal 11 Januari 1942 tentara Jepang landing di Tarakan, Kalimantan Timur


Pada 14 Februari 1942, Jepang turunkan pasukan terjun payung di Palembang dan sukses kuasai kota itu cuman dalam dua hari. Di Kalimantan dan Sumatra, Jepang kuasai ladang minyak. Jepang selanjutnya mulai mengarah ke Jawa sebagai pusat kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda. 


Tepatnya Pada 1 Maret 1942, tentara ke-16 Jepang landing di Teluk Banten, Eretan Wetan di Jawa Barat, dan Kragan di Jawa Tengah.


Pada 5 Maret 1942, Jepang sukses merampas Batavia dari Hindia Belanda. Gubernur Jenderal Hindia Belanda, komandan dan pasukannya  terpukul mundur ke Lembang, Jawa Barat, Pengepungan di Kalijati Kalijati jadi pintu masuk untuk Jepang karena di situ ada dasar udara. 


Diambil dari National Geographic Indonesia, gempuran terakhir  Belanda berjalan di Kalijati. Pada 6 Maret 1942, Panglima Angkatan Darat Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten memerintah Komandan Pertahanan di Bandung, Mayor Jenderal JJ Pesman, tidak untuk lakukan pertempuran di Bandung. Karena Bandung  dipenuhi warga sipil, baik wanita atau anak-anak. Bila pertempuran terjadi, akan beberapa korban sipil berguguran. Ter Poorten ingin berdialog.


Sore hari tanggal 7 Maret 1942 Lembang jatuh ke tangan Jepang. Jepang sukses memaksakan pasukan KNIL (Koninklijk Netherlandsch Indische Leger) di bawah instruksi Letjen Ter Poorten lakukan gencatan senjata. 


Mayjen JJ Pesman juga mengirimi utusan ke Lembang untuk lakukan pembicaraan. Kolonel Shoji meminta supaya pembicaraan bisa dilaksanakan di Gedung Isola (saat ini digunakan sebagai Gedung Rektorat UPI, Bandung). saat itu, Jenderal Imamura yang dikontak Kolonel Shoji memerintah supaya melangsungkan contact dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkendborgh Strachouwer untuk melangsungkan pembicaraan di Kalijati, Subang saat pagi hari tanggal 8 Maret 1942. 


Namun, Letjen Ter Poorten minta Gubernur Jenderal Tjarda untuk menampik saran itu. Dengar penampikan itu, Jenderal Imamura keluarkan ultimatum.


Jika saat pagi hari 8 Maret 1942 jam 10.00 beberapa pejabat Belanda belum berada di Kalijati, karena itu Bandung akan dibom sampai luluh lantak. Sebagai bukti jika ultimatum itu bukan sekedar bentakan, sebagian besar pesawat pengebom Jepang disiagakan di Pangkalan Udara Kalijati. 


Menyaksikan situasi yang makin mencemaskan, Jenderal Ter Poorten pimpinan Angkatan Perang Hindia Belanda ditempatkan pada keadaan kritis. Pada akhirnya pada 7 Maret 1942 Letjen Ter Poorten dan Gubernur Tjarda mengutus Mayjen JJ Pesman, untuk mengontak Komandan Tentara Jepang dalam usaha lakukan pembicaraan. 


Tetapi utusan Belanda ini ditampik mentah-mentah Panglima Imamura. Ia cuman ingin bicara dengan Panglima Tentara Belanda atau Gubenur Jenderal.


Tatap muka yang sebelumnya diperkirakan di Jalan Cagak Subang, pada akhirnya berjalan di dalam rumah dinas seorang perwira staff Sekolah Penerbang Hindia Belanda di Lanud Kalijati. Rumah itu sekarang jadi Museum Rumah Riwayat yang lokasinya ada di Komplek Garuda E-25 Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang Jawa Barat. 


Pembicaraan singkat Pembicaraan penyerahan kekuasaan dari penjajahan Belanda ke Jepang berjalan sangat singkat. Dalam transkrip pembicaraan Kalijati tersingkap, Jenderal Immamura menanyakan, "Apa Gubernur Jenderal dan Panglima Tentara memiliki kuasa untuk melangsungkan pembicaraan ini?"


"Saya tidak mempunyai kuasa berbicara sebagai Panglima Tentara," jawab Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh. Pihak Belanda coba mengulur-ulur dengan mengatakan cuman Ratu Wilhelmina di Belanda yang punyai wewenang untuk putuskan. 


Imamura tidak memberikan banyak opsi. Dia minta supaya Belanda umumkan melalui radio penyerahan diri Belanda. Imamura memberikan waktu sampai esok hari. Pembicaraan di Kalijati itu tidak berjalan lama. Waktu itu , Ter Poorten dan Tjarda dengan cara resmi menandatangi document kapitulasi atau penyerahan tanpa persyaratan Hindia Belanda ke Jepang. 


Esok harinya, 9 Maret 1942, Belanda siarkan penyerahan dianya melalui radio. Kemudian, Ter Poorten dan Tjarda dibawa masuk ke kamp tahanan sebagai sandera perang. Tjarda awalannya ditahan dalam suatu rumah di Bandung. Dia selanjutnya dipindah ke penjara Sukamiskin. Pada 2 Januari 1943, bersama sandera internasional yang lain, Tjarda dibawa ke Formosa (Taiwan).


Ulasan perjanjian kalijati

A. Latar Belakang Timbulnya Perjanjian KalijatiBerikut penjelasan dengan singkat berkenaan background penyebab sampai berlangsungnya persetujuan yang dikenali bernama Perjanjian Kalijati, adalah :


Didasari sebuah tekad imperialisme Jepang pada awal Perang Dunia II di mana untuk bersikukuh kuasai Asia Timur Raya.


Serangan Pearl Harbour secara datang - datang oleh angkatan udara Jepang pada 8 Desember tahun 1941, disekitaran Kepulauan Hawaii, Samudera Pasiļ¬k. Ini adalah sebuah penyebab awalnya perang Jepang pada Amerika dan negara sekutu di dalamnya terhitung Belanda yang di mana sedang menempati Hindia Belanda.


Makin tersudutnya faksi Belanda di beberapa wilayah karena gempuran yang dilancarkan tentara - tentara Jepang yang telah lama mengenali daerah wargaan Hindia Belanda, hingga pada akhirnya memaksakan Belanda untuk memberikan kekuasaannya atas Indonesia (Hindia Belanda) ke Jepang.


B. Tempat Prosesnya Perjanjian Kalijati

Perjanjian Kalijati ini diberi tanda tangan oleh kedua pihak di tanggal 8 Maret tahun 1942 di Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu.


Penandatanganan ini dilaksanakan di antara dua tim, yakni negara Jepang dengan negara Belanda dalam suatu rumah Kompleks Garuda E25 Lanud Suryadarma. Waktu itu rumah itu dikenali dengan Rumah Riwayat Kalijati ini.


C. Pihak Pemimpin yang datang di Perjanjian Kalijati

Pihak yang tiba dari Belanda sebagai Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Starchouwer dengan Panglima Tentara Belanda Letjen Heindrik Ter Poorten.

Faksi yang tiba dari Jepang adalah Komandan Guri­ta Barat Jenderal Hitoshi Imamura.


D. Isi Perjanjian Kalijati

Negara Belanda memberikan daerah jajahannya atas Indonesia ke Jepang tanpa persyaratan apapun.


Pembangunan pemerintah militer Jepang, yang di mana dipegang oleh Kepala Staff dengan gelar Gunseikan, di mana terdiri dari tiga daerah, yakni seperti berikut:


  1. Pemerintahan Tentara ke enam belas AD (Angkatan Darat), di mana dengan daerah Jawa dan Madura, khususnya terpusat di kota Jakarta.
  2. Pemerintahan Tentara ke dua puluh lima AD (Angkatan Darat), di mana dengan daerah Sumatera, di mana terpusat di kota Bukittinggi.
  3. Pemerintahan Tentara Armada AL (Angkatan Laut), di mana daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku, terpusat di kota Makassar.


Demikian ulasan artikel berkenaan sebuah pertanyaan perjanjian yang berisi penyerahan hindia belanda kepada jepang adalah ..., mudah-mudahan berguna dan jadi ilmu dan pengetahuan baru untuk beberapa pembaca

LihatTutupKomentar