Apa Hubungan Piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945

 Apa Hubungan Piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945 

Jawabnya  adalah  Pembukaan UUD 1945 yang disahkan dan dilakukan perubahan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 awalannya merupakan  naskah dari Piagam Jakarta yang sudah disahkan dalam sidang kedua BPUPKI pada tanggal 14 Juli 1945.

Jadi kalau Piagam Jakarta itu rancangan, Pembukaan UUD itu adalah hasil akhirnya.


Baca juga :


proklamasi kemerdekaan Indonesia


Peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia


Text proklamasi dirumuskan di pertemuan genting di dalam rumah Laksamana Maeda semenjak tanggal 16 Agustus 1945. Pendefinisian text proklamasi sebagai bagian persetujuan rapat jika kemerdekaan Indonesia akan diproklamasikan keesokannya, 17 Agustus 1945.


Awalnya, Sutan Syahrir, figur penting pergerakan bawah tanah sepanjang pendudukan Jepang, menyarankan ke Moh. Hatta supaya selekasnya memproklamasikan kemerdekaan. Karena, dia dan beberapa figur PPKI dengar informasi kekalahan Jepang dan mengartikannya sebagai kemerdekaan Indonesia, seperti diambil dari buku Sejarah SMA/MA kelas XII Bahasa oleh H. Purwanta, dkk.


Bertepatan dengan saran itu, kelompok muda menekan ide yang serupa untuk secepat-cepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada 16 Agustus 1945, pemuda bawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok dengan argumen untuk amankan ke-2 figur itu dari penekanan tentara Jepang.


Sekembalinya dari Rengasdengklok, Soekarno lewat Ahmad Soebarjo mengontak beberapa anggota PPKI untuk melangsungkan rapat genting di dalam rumah Laksamana Maeda. Rumah pimpinan militer Jepang itu diputuskan karena Jakarta waktu itu tengah diterapkan jam malam, hingga tempat itu diputuskan daripada rapat pada tempat umum.


Pembacaan Text Proklamasi


Text proklamasi dibacakan oleh Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, yaitu di tempat tinggal Soekarno. Awalnya, sekitaran jam 05.00 WIB, Bung Hatta memberi pesan pada pemuda yang bekerja di kantor informasi dan jurnalis, khususnya B.M. Diah, untuk perbanyak text proklamasi dan menyiarkannya ke penjuru dunia, seperti diambil dari buku Sejarah SMA Kelas XII Program IPS oleh Prof. Dr. M. Habib Mustopo, dkk.


Mendekati jam 10.00 WIB, beberapa pemuda berbaris dengan teratur untuk ikuti upacara proklamasi. Beberapa figur yang datang salah satunya yakni Mr. A.A. Maramis, Ki Bantai Dewantara, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, Mr. Sartono, M. Tabrani, A.G. Pringgodigdo, dan sebagainya.


S. Suhud mempersiapkan bambu dari belakang rumah sebagai tiang bendera Merah Putih yang dijahit Fatmawati. Acara yang dipersiapkan yakni pembacaan proklamasi, pengibaran bendera merah putih, dan sambutan Walikota Soewirjo dan dr. Moewardi.


Sesudah text proklamasi dibacakan oleh Bung Karno, pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan S. Suhud dan Latif Hendraningrat. Saat bendera dinaikkan pelan-pelan, peserta spontan menyanyikan Indonesia Raya tanpa dikomando.


Text proklamasi pagi hari itu ditayangkan lewat radio oleh F. Wuz atas penempatan 3x penayangan oleh Kepala Sisi Radio Kantor Informasi Domei, Waidan B. Palenewen. Saat sebelum penyiarnan ke-3 , orang Jepang memerintah pemberhentian tayangan. Namun, text proklamasi terus ditayangkan tiap 30 menit sampai jam 16.00 WIB, hingga pemancar itu disegel dari karyawan pada 20 Agustus 1945.


Figur pemuda lalu membuat pemancar baru dengan kontribusi mekanik radio seperti Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Alat pemancarnya diambil satu-satu dari Kantor Informasi Domei ke arah tempat pemancar baru di Jalan Menteng 31. Dari sana, informasi proklamasi dan text proklamasi terus ditayangkan bersamaan penebaran melalui media massa dan dengan lebaran.


Apa Hubungan Piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945 semoga bermanfaat


LihatTutupKomentar