Batas Wilayah Jakarta Berbatasan dengan Daerah Mana saja? Yuk Simak

Batas wilayah Jakarta


batas wilayah jakarta
batas wilayah jakarta


 Propinsi DKI Jakarta memiliki luas dataran 661,52 km2 dan lautan selebar 6.977,5 km2 dan terdaftar ±110 pulau yang menyebar di Kepulauan Seribu. Secara administrasi, 


Propinsi DKI Jakarta terdiri jadi 5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yakni Jakarta Pusat dengan luas dataran 47,90 km2; Jakarta Utara dengan luas dataran 154,01 km2, Jakarta Barat dengan luas dataran 126,15 km2; Jakarta Selatan dengan luas dataran 145,73 km2; Jakarta Timur dengan luas dataran 187,73 km2 dan Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu.


Jumlah warga Propinsi DKI Jakarta 9,041 juta jiwa dengan kepadatan warga 13.667,01 jiwa per km2. Jakarta beriklim tropis, dengan temperatur tahunan rerata 27°C dengan kelembapan 80-90%. 


Karena berada di dekat garis khatulistiwa, arah angin dikuasai oleh angin musim. Angin musim barat bertiup di antara November dan April, sedang angin musim timur di antara Mei dan Oktober. 


Curahan hujan rerata 2.000 mm, curahan hujan terbesar sekitaran bulan Januari dan paling kecil di bulan September.


Batas wilayah Jakarta


Propinsi DKI Jakarta berada disamping Selatan Laut Jawa; samping Timur bersebelahan dengan Kabupaten/Kota Bekasi; samping Selatan dengan Kabupaten/Kota Bogor dan Depok dan samping Barat dengan Kabupaten/Kota Tangerang. 


Lokasi Propinsi DKI Jakarta yang vital di Kepulauan Indonesia jadikan Jakarta pintu gerbang khusus dalam perdagangan antara pulau dan jalinan Internasional dengan dermaga intinya Tanjung Priok dan Lapangan terbang Soekarno Hatta.


Nama kota JAKARTA bisa kita susuri mulai era ke-14. Kota ini pada periode itu tetap namanya Sunda Kelapa, yaitu sebagai dermaga kerajaan Pajajaran. 


Selanjutnya, di tanggal 22 Juni 1527, oleh Fatahillah, nama Sunda Kelapa ditukar jadi Jayakarta. Dalam perjalanannya dari periode ke periode, nama Jayakarta juga alami peralihan.


Berdasarkan catatan, pada 4 Maret 1621, Belanda untuk pertamanya kali membuat pemerintah kota pada tempat ini, yang dinamakan Stad Batavia; S/d mendekati pemerintah Jepang, saat sebelum tanggal 8 Januari 1935 (periode awalnya diawalinya pemerintah Jepang), nama Batavia masih tetap dipertahankan. 


Pada periode pemerintah Jepang diganti jadi Jakarta (Jakarta Toko Betshu Shi) dan sesudah kemerdekaan Indonesia, persisnya pada September 1945, pemerintahan kota Jakarta dinamakan "Pemerintahan Nasional Kota Jakarta." Semenjak itu nama Jakarta tidak alami peralihan kembali sampai sekarang.


Lengkapi keaslian kehadiran kota Jakarta, tanggal 22 Juni - tanggal ditukarnya nama Sunda Kelapa jadi Jayakarta — lewat Keputusan DPR Kota Sementara No. 6/D/K/1956, diputuskan sebagai hari kejadian kota Jakarta.


Keadaan Umum Kota Jakarta:


Jakarta, dengan luas kota: 661,52 Km2, berada antara 60 8′ Lintang Selatan dan 106 0 48′ Bujur Timur.

Samping barat bersebelahan dengan Provinsi Banten dan samping timur dan selatan bersebelahan dengan Provinsi Jawa Barat. Di samping utaranya bersebelahan dengan laut Jawa.


Pada umumnya beriklim tropis dengan temperatur rerata di antara 28 - 310 C.

Jumlah warga | lebih kurang 11 juta di siang hari, dan delapan juta di siang hari, dengan kepadatan rerata 16.500 jiwa/Km2.


Panjang jalan kurang lebih capai 6.400-an mtr., di mana baru lebih kurang separuhnya yang dilewati jaringan pipa air minum PDAM.


Dilalui oleh 13 kali, besar dan kecil, salah satunya kali Ciliwung, Kali Malang, Kali Cideng, Kali Krukut.


Ada fasilitas telekomunikasi umum, seperti telephone umum, yang mayoritas salah satunya tidak berperan/rusak.


Sebagai ibu-kota negara yang sekalian berperan sebagai pusat pemerintahan.

Dipisah ke 5 (lima) wilayah kotamadya, 43 kecamatan dan 267 kelurahan


Pembagian Wilayah Wilayah Khusus Ibu-kota Jakarta


Pembagian wilayah Propinsi Wilayah Khusus Ibu-kota Jakarta seperti disebut dalam ketetapan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 mengenai Pemerintah Khusus Ibu-kota Jakarta Sebagai Ibu-kota Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah seperti berikut:


Wilayah Propinsi Wilayah Khusus Ibu-kota Jakarta dipisah dalam kota kabupaten administrasi dan adminsitrasi.


Wilayah kota administrasi dan kabupaten administrasi dipisah dalam kecamatan.


Wilayah kecamatan dipisah dalam kelurahan.


Seterusnya ketetapan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 mengenai Pemerintah Khusus Ibu-kota Jakarta Sebagai Ibu-kota Negara Kesatuan Republik Indonesia atur berkenaan pembangunan, perubahan nama, batas, dan penghilangan pembagian wilayah seperti tertera di atas seperti berikut:


  • Kota/kabupaten administratif diputuskan dengan ketentuan pemerintah.
  • Kecamatan diputuskan dengan ketentuan wilayah.
  • Kelurahan diputuskan dengan keputusan gubernur.

Terkait dengan batas wilayah dan pembagian wilayah seperti sudah dirinci dengan singkat di atas, berdasar ketetapan ketentuan perundang-undangan dipastikan jika Propinsi Wilayah Khusus Ibu-kota Jakarta masih tetap jalankan perannya sebagai ibu-kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sekalian sebagai wilayah otonom di tingkat propinsi


Transportasi


Di DKI Jakarta, ada jaringan jalan raya dan jalan tol yang layani semua kota. Tetapi perubahan jumlah mobil dalam jumlah jalan sangat berbeda (5-10% dengan 4-5%).


Berdasar data dari Dinas Perhubungan DKI, terdaftar 46 teritori dengan 100 titik simpang riskan macet di Jakarta. Pengertian riskan macet ialah arus tidak konstan, kecepatan rendah dan barisan panjang. 


Selainnya oleh masyarakat Jakarta, kemacetan diperburuk oleh beberapa pelaju dari beberapa kota disekitaran Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk dalam kota, kemacetan bisa disaksikan di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, Jalan Satrio, dan Jalan Gatot Subroto. 


Kemacetan umum terjadi pada sore dan pagi hari, yaitu di saat jam pulang kantor dan pergi.


Untuk layani mobilisasi warga Jakarta, pemerintahan sediakan fasilitas bis PPD. Disamping itu ada juga bis kota yang diatur oleh faksi swasta, seperti Mayasari Bakti, MetroMini, Kopaja, dan Bianglala Metropolitan. 


Bus-bus ini layani jalur yang menyambungkan terminal-terminal dalam kota, diantaranya Pulogadung, Daerah Rambutan, Block M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Daerah Melayu. 


Untuk angkutan lingkungan, ada angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan jalur dari terminal ke sekitar lingkungan terminal. Disamping itu ada juga ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. 


Tidak seperti wilayah yang lain di Jakarta yang memakai sepeda motor, di teritori Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek memakai sepeda ontel. Angkutan becak ada banyak ditemui di wilayah tepian Jakarta seperti pada Bekasi, Tangerang, dan Depok.


Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta sudah mengawali pembangunan kereta bawah tanah (subway) atau disebutkan dengan MRT Jakarta pada Tahun 2013. 


Subway lajur Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia sejauh 15 km ditarget bekerja pada 2019. Lajur kereta monorel sedang disiapkan layani lajur Semanggi - Roxy yang diongkosi swasta dan lajur Kuningan - Cawang - Bekasi - Lapangan terbang Soekarno Hatta yang diongkosi pemerintahan pusat. 


Untuk pelintasan kereta api, pemerintahan pusat sedang mempersiapkan ganda trek pada lajur pelintasan kereta api Manggarai Cikarang. 


Disamping itu , sekarang ini telah dibuat lajur kereta api dari Manggarai ke arah Lapangan terbang Soekarno-Hatta di Cengkareng. Lajur ini siap dioperasionalkan dan dibuka untuk umum


demikian batas wilayah jakarta beserta penjelasan singkat terkait dengan kota ini. 

LihatTutupKomentar