Mengapa Sriwijaya disebut Sebagai Kerajaan Maritim di Indonesia

 Mengapa Sriwijaya disebut Sebagai Kerajaan Maritim di Indonesia

Kerajaan Sriwijaya
kerajaan sriwijaya


Alasan Kenapa Kerajaan Sriwijaya Dikatakan sebagai Kerajaan Maritim di Nusantara Saat sebelum Indonesia berdiri jadi sebuah negara kesatuan, kerajaan-kerajaan besar sempat menempati daerah Indonesia dan berdaulat didalamnya. 


Salah satunya kerajaan paling besar yang cukup populer dalam riwayat Indonesia ialah kerajaan Sriwijaya. Kerajaan itu ternyata banyak dikenali sebagai kerajaan maritim paling besar di Nusantara. Kenapa Kerajaan Sriwijaya dikatakan sebagai kerajaan Maritim?


Dalam buku dengan judul Periode Prasejarah Sampai Periode Proklamasi Kemerdekaan: Peristiwa Nasional Indonesia yang dicatat oleh M. Junaedi Al Anshori (2011: 30) mengatakan jika alasan Kerajaan Sriwijaya dikatakan sebagai sebagai kerajaan maritim karena hidupnya tergantung pada perdagangan laut dan kawasannya mengandalkan armada laut.


Selain itu, daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya makin luas bahkan juga sebagian besar daerah Nusantara yang awalnya terpisah-pisah bisa digabungkan. Tidak itu saja, Kerajaan Sriwijaya mempunyai armada laut yang kuasai daerah Nusantara dengan bantuan perkembangan perdagangan, khususnya yang sudah dilakukan di dermaga-pelabuhan.


Luasnya daerah perdagangan laut Kerajaan Sriwijaya diuraikan dalam buku dengan judul Riwayat Politik dan Kekuasaan yang disusun oleh Tappil Rambe, ‎Pristi Suhendro Lukitoyo, ‎Syahrul Nizar Saragih (2019: 62) yang mengatakan jika Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang lumayan besar, karena daerah ini dilewati oleh perdagangan internasional.


Selainnya perdagangan internasional, Kerajaan yang berdiri di pulau Sumatra ini kuasai lajur perdagangan lewat Selat Malaka, Selat Sunda, dan Semenanjung Malaya. Oleh karena itu, Kerajaan ini dikatakan sebagai Kerajaan Maritim paling besar bahkan juga paling kuat di Nusantara.


Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya termasuk cukuplah luas. Wilayah yang dikuasai saat kerajaan ini berdiri diantaranya Sumatra, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Singapura, Semenanjung Malaka, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa tengah, Thailand, Kamboja, sampai Vietnam Selatan.


Keterangan lengkap berkenaan alasan kenapa Kerajaan Sriwijaya dikatakan sebagai kerajaan maritim bisa menambahkan wacana kita terutama dalam pengetahuan riwayat kerajaan yang sempat berdiri di Indonesia

Periode Kejayaan  Sriwijaya


Sementara mengambil dari buku 'Cerita Kerajaan Nusantara', pada masa keemasan, Kerajaan Sriwijaya pernah jadi lambang kebesaran Sumatera. Sriwijaya sebagai kerajaan maritim dengan cakupan daerah yang luas. Adapun, Sriwijaya dibangun oleh Dapunta Hyang Cri Yacanaca (Dapunta Hyang Sri Jayanasa). Dia dikenali sebagai pimpinan yang luar biasa sebab bisa pimpin 20.000 tentara dari Minanga Tamwan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu.


Terdaftar pada tahun 680 M, kerajaan Sriwijaya pernah mengalahkan Kerajaan Melayu di bawah kepimpinan Jayanasa. Pada era ketujuh, dua kerajaan di Sumatera dan tiga kerajaan di Jawa jadi sisi dari imperium Sriwijaya.


Selanjutnya, diakhir era kedelapan beberapa kerajaan di Jawa, diantaranya, Tarumanegara dan Holing ada di bawah impak Sriwijaya. Bahkan juga, wangsa Budha Syailendera di Jawa tengah di bawah impak kerajaan ini.


Sriwijaya Menjalin Hubungan dengan luar negeri


Sebagai kerajaan maritim punya pengaruh, Kerajaan Sriwijaya kerjakan transaski perdagangan dengan beberapa saudagar dari Cina.


Disamping itu, Sriwijaya menjalin perdagangan dengan India, Burma, Kamboja, Filipina, Persia, dan Arab.


Kehadiran bangsa-bangsa Asing ke Sriwijaya karena di daerahnya ada beberapa barang dagangan yang diperlukan, seperti kapur barus, mutiara, kayu, rempah-rempah, gading, perak, emas, dan lain-lain.


Sriwijaya Letaknya strategis


Lokasinya yang ada di pinggir Sungai Musi membuat letak Sriwijaya benar-benar penting karena ada di wilayah pelintasan pelayaran dan perdagangan internasional.


Ini bahkan juga berhasil membawa Kerajaan Sriwijaya jadi pusat perdagangan Asia Tenggara pada periodenya.


Mempunyai angkatan laut yang kuat


Untuk jaga kestabilan kerajaan, dibuatlah armada laut yang kuat agar bisa menangani masalah di jalur pelayaran.


Disamping itu, jalur-jalur khusus aktivitas pelayaran dan perdagangan bisa dikendalikan dengan ketat.


Dengan demikian, kapal dagang bisa terjaga keamanannya dan makin mendorong pedagang berkunjung di daerahnya.


Angkatan laut Kerajaan Sriwijaya diletakkan di beberapa pangkalan vital dengan pekerjaan memantau, membuat perlindungan beberapa kapal dagang yang merapat, mengambil ongkos cukai, dan menahan terjadinya pelanggaran laut di daerah kedaulatan dan kekuasaannya.


Mengapa Sriwijaya disebut Sebagai Kerajaan Maritim di Indonesia


Faktor-faktor yang mengakibatkan Kerajaan Sriwijaya mempunyai potensi besar dalam sektor perdagangan ialah seperti berikut.

  1. Terletak yang strategis di Selat Malaka yang disebut lajur pelayaran dan perdagangan internasional.
  2. Perkembangan aktivitas perdagangan di antara India dan Cina melewati Selat Malaka, hingga bawa keuntungan besar untuk Sriwijaya
  3. Hasil bumi Sriwijaya dan sekelilingnya sebagai komoditas perdagangan bernilai, khususnya rempah-rempah dan emas
  4. Kehancuran Kerajaan Funan di Vietnam, setelah kuasai Selat Malaka, Selat Sunda, Semenanjung Malaya, dan Tanah Darurat Kra sebagai pusat perdagangan


Periode Keruntuhan


Kerajaan Sriwijaya mulai roboh karena hadapi beragam gempuran. Di tahun 990 M kerajaan ini mendapatkan beragam gempuran,dimulai dari Raja Dharmawangsa dari Jawa, Rajendra Coladewa dari Koromandel pada tahun 1025 M, sampai gempuran dari Kerajaan Majapahit pada tahun 1183.


Gempuran dari kerajaan Majapahit lah yang pada akhirnya membuat Sriwijaya kalah dan warisannya dapat kita saksikan berbentuk prasasti


demikian Alasan Kenapa Kerajaan Sriwijaya Dikatakan sebagai Kerajaan Maritim di Nusantara



LihatTutupKomentar