Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Islam Nusantara

 

Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Islam Nusantara


islam nusantara, sejarah islam nusantara
Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Islam Nusantara


Umat Islam di Tanah Air disarankan agar semakin pahami sejarah perubahan Islam di Nusantara. Masalahnya kedatangan Islam di Indonesia tidak secara tiba-tiba.


Hal tersebut disebutkan Ketua Dewan Ahli Islam Nusantara Center (INC) Prof Dr KH Dede Rosyada di Jakarta, Rabu (12/4). Ia menyikapi wawasan Islam Nusantara yang dikeluarkan beberapa waktu saat lalu dan terus memperoleh perhatian dari banyak pihak. Atas dasar itu juga INC dibuat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Dede Rosyada menerangkan, umat Islam di Indonesia harus pahami benar sejarah perubahan Islam di Nusantara, selainnya beberapa ahli sejarah Islam. "Kita harus juga tahu beberapa karya mereka. Islam yang berada di Indonesia itu tidak mendadak ada begitu saja. Ada rangkaian sejarah yang saling berkaitan. Oleh karenanya, INC dibangun untuk kembali membahas khazanah ulama-ulama Islam di Nusantara," kata Dede.


Kreator INC, Jazilul Fawaid mengatakan, dalam Alquran, sikap professional yang Islami itu direalisasikan sebagai amal saleh. Dianya mengharap dengan diluncurkannya INC di UIN sanggup jadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam di dunia.


"Sekarang ini beberapa negara Islam di Timur tengah tidak dapat diharap jadi kiblat peradaban dunia. Kita mengetahui jika di Timur tengah sedang dirundung perselisihan yang berkelanjutan. Oleh karenanya, Indonesia harus tampil jadi pembawa peradaban Islam yang rahmatan lil alamin," kata Jazilul.


INC ialah instansi yang berusaha merealisasikan keberislaman yang tolerir dan moderat berdasar nilai-nilai aswaja, kearifan lokal, dan keindonesiaan sama sesuai harapan beberapa ulama Nusantara. INC dibangun karena sejauh ini Islam di Nusantara dilihat banyak kelompok sebagai "Islam periferal", Islam tepian, dan Islam yang jauh dari wujud asli, yang ada dan berkembang di pusatnya, Timur tengah.


Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Islam Nusantara?


Agama Islam tidak dilahirkan di Indonesia, tetapi malah negara berikut yang mempunyai warga muslim dalam jumlah paling besar di dunia. Bagaimana cara agama ini masuk dan berkembang antara suku dan budaya yang bermacam di nusantara? 


Dasar pertanyaan ini selanjutnya gerakkan Michael Laffan, Profesor Sejarah di Kampus Princenton, untuk mempelajari proses tumbuh kembang Islam di Indonesia yang mempunyai corak dan ciri-ciri khusus. Dari bermacam macam sumberdaya, Laffan mereka ulangi sejarah hubungan dan dialog ihwal Islam di Asia Tenggara, terutamanya Indonesia.


Islam di Indonesia sering dilukiskan memiliki sifat moderat karena peranan dimainkan Sufisme mistik dalam membuat berbagai tradisinya. Menurut beberapa pemerhati Baratmulai dari beberapa administrator penjajahan, beberapa intelektual orientalis Belanda, sampai beberapa antropolog kekinian seperti Clifford Geertzpenafsiran Islam yang damai ala-ala Indonesia terus-terusan mendapatkan teror di luar oleh tradisi-tradisi Islam yang lebih keras dan intoleran.


Sejarah Islam Nusantara tawarkan sebuah penilaian yang lebih seimbang pada sejarah cendekiawan dan kultural Indonesia. Michael Laffan telusuri bagaimana citra terkenal berkenaan Islam Indonesia dibuat oleh beragam pertemuan di antara beberapa intelektual penjajahan Belanda dan beberapa pemikir Islam reformis. 


Tidak berhenti sampai di sana, Laffan menyajikan peran-peran adat Arab, Cina, India, dan Eropa yang sudah sama-sama berhubungan semenjak awalnya masuknya Islam. Hasil perkawinan lintasi budaya dan intelektualitas berikut yang selanjutnya melahirkan Islam Nusantara.


demikian mengapa kita perlu memahami sejarah islam nusantara agar  kita paham kearifan islam khususnya di Indonesia yang menjadi kiblat peradaban islam dunia.

LihatTutupKomentar