Lagu Daerah yang Berasal dari Jawa Timur

 Lagu Daerah yang Berasal dari Jawa Timur


lagu daerah, lagu daerah jawa timur
Lagu Daerah yang Berasal dari Jawa Timur


berikut lagu daerah yang berasal dari jawa timur yang perlu kita ketahui guys, kami sampaikan 20 lagu daerah yang paling populer di kalangan masyarakat.

1. Gai Bintang


Gai Bintang sebagai lagu wilayah Madura cukup populer sampai beberapa daerah lain. Walau dengan lirik yang pendek, lagu ini memiliki kandungan arti dan beberapa pesan yang cukup dalam.


Dalam bait pertama lagu ini, Gai Bintang menceritakan mengenai usaha ambil bintang di langit memakai janur kuning. Bukanlah bintang yang didapatkan, justru bulan yang jatuh.


Bintang sebagai benda langit yang terletak benar-benar jauh dari bumi, yang bahkan juga lebih jauh dari bulan. Cukup umum dijumpai, bintang sebagai lambang kemauan dan harapan.

Walau kita telah usaha sekeras kemungkinan untuk meraih harapan yang kita harapkan, terkadang apa yang kita bisa tidak sesuai yang kita cita-citakan. Walau kita memiliki cita-cita meraih bintang, tetapi cuman bulan yang kita bisa berdasar hasil usaha kita.


Di sana, kita disarankan untuk mawas diri. Mungkin usaha kita belum optimal, atau langkah yang kita menempuh belum pas, atau barangkali saja kita dites untuk mengucapkan syukur atas apa saja yang kita peroleh.


2. Kembang Malathe


Kembang Malathe sebagai lagu wilayah Jawa Timur yang persisnya datang dari Madura. Lagu yang bercerita mengenai keelokan bunga melati ini dibuat oleh Abd Moeid Qowey.


Dalam lagu itu, dilukiskan bunga melati memliki rupa yang cantik fresh yang alami. Wewangiannya yang wangi merebak hingga jadi dicintai beberapa orang. Bunga ini dikisahkan sebagai pertanda cinta ke seorang putri karena semua keelokannya itu.


3. Keraban Sape


Sama dalam judulnya, lagu ini memvisualisasikan sebuah atraksi karapan sapi. Secara bahasa, Keraban Sapi memiliki arti karapan sapi, yakni seperti budaya perlombaan balap sapi yang umum diadakan oleh warga Madura.


4. Rek Ayo Rek


Lagu ini cukup populer di kelompok masyarakat Jawa Timur atau luar Jawa Timur, apa lagi sesudah ditenarkan oleh vokalis campursari asal Solo, Didi Kempot.


Rek Mari Rek terhitung dalam perincian lagu wilayah Jawa Timur yang dibuat oleh Is Haryanto. Lagu ini berisikan mengenai ajakan jalanan mencari Kota Surabaya dan cari kesenangan bersama rekan-rekan.


Lagu ini memiliki kandungan pelajaran sekitar persahabatan dan kebersama-samaan. Bergabung bersama rekan-rekan bisa hilangkan hati kalut dan bawa hati ria. Walau tanpa uang sekalinya, bersama rekan-rekan kita bisa nikmati segalanya dengan kebatasan yang ada.


5. Tondu' Majang (Tanduk Majeng)


Banyak yang tuliskan judul lagu ini dengan Sundul Majeng. Walau sebenarnya, kata sundul memiliki arti sundul dengan bahasa Indonesia dan tidak ada hubungannya dengan kerangka lagu ini.


Adapun ejaan judul yang betul ialah Tondu' Majang. Kata tondu' sendiri memiliki arti "datang" atau "tiba". Karena itu benarlah judul lagu ini Tondu' Majang karena lirik lagu ini bercerita mengenai kehadiran nelayan dari cari ikan.


Lebih detailnya, lagu Tondu' Majang bercerita mengenai kehidupan nelayan pada warga pesisir Madura. Kehidupan mereka sangatlah keras karena harus bertemu dengan beberapa bencana di laut.


Merekan harus ikhlas menaruhkan nyawa untuk menjaga keluarga yang ditinggal di dalam rumah. Sering juga beberapa nelayan harus tinggal beberapa hari di perahu untuk hasilkan ikan yang banyak.


6. Bapak Tane


7. Lindri


Lindri sebagai terhitung dalam perincian lagu wilayah Jawa Timur. Lagu ini mengajari supaya terima rejeki apa yang ada dan mensyukurinya sekecil apa saja itu.


8. Grimis-Grimis (Banyuwangi)


9. Tanjung Perak


10. Ker Tanoker


Dengan bahasa Madura, tanoker ialah kepompong satu ekor ulat yang hendak beralih menjadi kupu-kupu. Kepompong berikut yang umum jadi anak-anak sebagai alat bermain.


Saat sebelum mengeras, ujung kepala tanoker ini sedikit benyek. Bila dengar suara, ujung yang berupa memanjang ini akan bergerak kanan-kiri atau depan-belakang.


Dalam rutinitas anak-anak Msedang Madura, permainan ini biasa dilaksanakan saat ada anak yang berbeda dengan temannya hingga tidak sama-sama bertegur sapa, atau dengan bahasa Madura disebutkan soker.


Anak-anak yang berbeda itu sebetulnya ingin menegur, tetapi masing-masing berasa malu untuk menegur lebih dulu.


Saat salah satunya anak tidak tahan ingin menegur karena tidak punyai rekan untuk bermain, karena itu anak itu akan cari tanoker. Menyaksikan temannya cari tanoker, mana anak yang satunya akan lari cari tanoker juga.


Saat masing-masing telah mempunyai satu ekor tanoker, ke-2 anak itu lalu nongkrong di pagar rumah semasing. Sekalian mainkan tanoker-nya masing-masing, mereka akan sama-sama sahut-menyahut menyanyikan syair Ker Tanoker ini. Ketika itu, ke-2 anak yang berbeda itu mulai akan bertegur sapa dan bermain bersama kembali.


11. Dhe Nong Dhe Ne Nang


Dhe Nong Dhe Ne Nang ialah sebuah syair yang dipakai di dalam permainan tradisionil Tan-Pangantanan, yakni permainan pengantin-pengantinan yang umum dilaksanakan oleh anak-anak Madur


Permainan ini biasa dimainkan sesudah periode panen, sesudah anak-anak menolong panen di sawah. Mereka secara spontan akan membagikan dalam dua barisan, barisan mempelai wanita dan barisan mempelai lelaki.


Masing-masing barisan lalu berlomba merias mempelai yang sudah ditetapkan sebagus mungkin dengan memakai perlengkapan dan beberapa bahan yang simpel. Hiasan yang digunakan dapat berbentuk kain panjang yang dililitkan ke badan masing-masing mempelai.


Sesudah ke-2 nya siap, mereka lalu menghadapkan ke-2 pengantin dan mengaraknya keliling dusun, dari daerah ke daerah. Arak-arakan ini umumnya sanggup mengisap perhatian masyarakat dusun yang dilalui, hingga iringan pengantin itu makin panjang karena dituruti pemirsa yang lain, khususnya anak-anak.


Sekalian mengarak ke-2 pengantin, beberapa pendamping itu akan melantunkan syair Dhe' Nong Dhe' Ne' Nang.


12. Set-Seset Maloko


Seset ialah semacam serangga yang umum beterbangan pada penggantian dari musik hujan ke musim kemarau, atau umum dikenali dengan capung. Nyanyian ini umumnya disenandungkan dengan seorang ibu sekalian menyuapi anaknya dalam gendongannya.


Lagu ini umumnya dinyanyikan oleh anak-anak yang bermain layang-layang. Anak-anak umumnya akan menyanyikan lagu ini bermaksud panggil angin untuk menerbangkan layang-layang.


13. Lir-Saalir


Lir Saalir sebagai lagu wilayah Jawa Timur, terutamanya Madura. Lagu ini cukup populer dan sukai dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain. Lirik lagu ini benar-benar simpel, tetapi tiap baitnya dipandang memiliki kandungan nilai kearifan yang cukup dalam


Lagu ini berpesan ke semuanya orang supaya selalu melakukan perbuatan suatu hal sesuai kekuatannya. Ini terkait dengan hubungan sosial dalam masyarakat, di mana tiap orang dalam warga sukai memperbandingkan diri sama orang lain.


Lir Saalir memberi saran supaya tidak memaksa diri mengikuti atau usaha melampaui orang yang lain lebih mempunyai kelebihan keuangan dan materi, ini tersangkut dalam penyelenggaraan acara atau acara.


Pokoknya, jika tidak sanggup jadi tidak perlu dipaksa mengadakan acara yang besar. Tak perlu gengsi untuk memberi kontributor yang simpel sesuai kekuatan diri.


14. Ko Soko Bibir


15. Resere Penang


16. Daddalian


17. Jan Anjin


18. Lar Olar Kalarjang


19. Jembatan Merah


Lagu Jembatan Merah ialah sebuah lagu keroncong gubahan seorang pakar keroncong Indonesia, Gesang Martohartono. Lagu ini mempunyai hubungan dengan kejadian pertarungan 10 November di antara arek-arek Surabaya dengan Belanda.


Lagu ini bercerita cerita perpisahan seorang wanita yang melepaskan keperginya pacarnya untuk berusaha di medan pertarungan.


20. Po Kopo Ame Ame


LihatTutupKomentar