Daerah di jawa tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran adalah

 Daerah di jawa tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran adalah

a. Semarang;
b. Bedono Ambarawa;
c. Jepara;
d. Solo
e. Pekalongan

Jawaban yang benar adalah : c. Jepara

untuk lebih jelas untuk ulasan daerah di jawa tengah yang terkenal dengan kerajinan sebagai berikut :


 Jepara, Dipanggil 'Kota Ukir Dunia'


ukir jepara, kerajinan ukir jepara
kerjaninan ukir jepara



Kota Jepara populer dengan kerajinan ukiran kayu. Kerajinan ukiran kayu di wilayah itu mempunyai sejarah yang panjang. Kabarnya, kerajinan ukiran kayu di Jepara telah ada semenjak tempat itu masih jadi sisi dari Kerajaan Kalinyamat.

Jaman ganti, salah satunya figur wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini, punyai peran besar dalam peningkatan seni ukir di kota kelahirannya itu. Di saat itu, Kartini ikut juga mempromokan kerajinan ukir kayu ke beberapa kota besar di Tanah Air dan ke luar negeri supaya beberapa perajinnya lepas dari jerat kemiskinan.

Meskipun sempat alami pasang kering, sekarang kerajinan ukir kayu di Jepara terus bergeliat. Pada 2015, dari hasil kerajinan ukir kayu di situ di-export ke 113 negara. Bahkan juga sekarang Jepara dipanggil "The World Carving Center" atau Kota Ukir Dunia

Asal Saran Kerajinan Ukiran Kayu Jepara


Legenda mengenai asal mula kerajinan ukiran kayu di Jepara terjadi di jaman Kerajaan Majapahit dan dikisahkan secara temurun oleh warga di tempat. Alkisah dahulunya ada seorang pakar gambar dan pakar ukir namanya Prabangkara.


Dia diundang oleh Raja Brawijaya untuk menggambarkan istrinya pada kondisi tanpa baju sebagai bentuk cinta si raja ke permaisurinya. Tetapi Prabangkara harus melukis berdasar khayalannya karena dia jangan menyaksikan si istri pada kondisi tanpa baju.

Prabangkara sukses menuntaskan pekerjaannya dengan prima sampai satu ekor cicak jatuh di lukisan itu hingga dalam lukisan itu si istri raja mempunyai tahi lalat. Saat menyaksikan kehadiran tahi lalat pada lukisan itu, geramlah si raja karena letak tahi lalat yang jatuh pada lukisan itu sesuai realita sebetulnya.


Ia selanjutnya diterbangkan dengan diikatkan pada layang-layang dan jatuh di wilayah Belakang Gunung yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Jepara. Di sanalah Prabangkara mengajari pengetahuan ukir ke masyarakat dan ketrampilan seni ukir warga Jepara bertahan sampai sekarang.


Seni Ukir Jepara Jaman Ratu Kalinyamat


Pada jaman Kerajaan Kalinyamat, seni ukir di Jepara berkembang cepat. Saat itu di wilayah Belakang Gunung ada satu kelompok pengukir yang bekerja layani keperluan perkakas ukiran kayu untuk keluarga kerajaan.


Dikutip dari Indonesia.go.id, makin hari barisan itu berkembang makin banyak karena desa-desa disekitaran mereka belajar memahat. Tetapi seperginya Ratu Kalinyamat, perubahan mereka berhenti. Baru berkembang kembali saat zaman Kartini, seorang pahlawan nasional kelahiran Jepara.


Peranan Raden Ajeng Kartini


Raden Ajeng Kartini ikut berjasa dalam meningkatkan kerajinan ukiran kayu di kota kelahirannya. Menyaksikan kehidupan beberapa perajin ukir kayu yang tidak bergerak dari kemiskinan, Kartini panggil beberapa perajin di Belakang Gunung untuk bersama membuat ukiran seperti peti jahitan, meja kecil, figura, tempat perhiasan, dan bermacam kenang-kenangan yang lain.


Beberapa barang ukiran itu seterusnya dijualnya ke Semarang dan Batavia. Tidak itu saja, ia tawarkan kerajinan itu ke beberapa temannya di luar negeri.


Uang dari semua hasil pemasaran ini diberikan secara utuh ke perajin untuk tingkatkan tingkat hidup mereka.


Keunggulan Ukiran Kayu Jepara


Ukiran kayu di Jepara terbagi dalam tipe yang bervariatif. Banyak warga Jepara yang dapat memahat untuk benda yang bermacam sama dalam patung, pada pintu rumah, almari, genteng, dan dapat juga memahat relief.


Dengan bermacam hasil kreasi itu, beberapa perajin mempunyai jiwa seni ditambahkan ketrampilan dan ketekunan tinggi hingga hasilkan kreasi ukiran yang memikat dan nikmat dilihat mata. Disamping itu mereka selalu ikuti trend jaman hingga polanya tidak monoton semenjak sejak dahulu.


Dikutip dari Wikipedia.org, jika dahulunya ukir-pahatan-ukiran di situ banyak yang memiliki motif sulit (klasik), pada jaman kekinian ini beberapa pengukir di situ lebih menunjukkan kesan-kesan minimalis sesuai mode yang disukai sekarang ini.


Dipanggil "The World Carving Center"


Walau sempat alami pasang kering, tetapi makin kesini kerajinan ukiran kayu di Jepara makin go-international. Karena itu kota itu sampai dipanggil "The World Carving Center" atau Kota Ukir Dunia.

Pada 2011, ada 3.995 unit usaha di bagian kerajinan furniture dan patung ukir yang menyebar di 15 dari 16 kecamatan. Usaha itu dapat sampai mempernyerap 52.443 tenaga kerja di situ.

Bahkan juga pada 2015, terdaftar ada 113 negara arah export ukiran kayu di Jepara dengan Amerika Serikat sebagai arah export khusus. Hal itu yang makin menempelkan Jepara sebagai Kota Ukir Dunia.

 
Daerah di jawa tengah yang terkenal dengan kerajinan ukiran adalah telah kita bahas dengan artikel di atas.

LihatTutupKomentar